Free Tail- Heart 1 Precision Select Cursors at www.totallyfreecursors.com
Welcome To My DREAMLAND: Cerpen

Sabtu, 05 November 2011

Cerpen


Cerpenku
Can You Love Me??


Sejak SMP hingga SMA Keila mengagumi Roy, teman sebayanya. Memang pantas Roy dikagumi, selain memiliki wajah tampan yang memikat hati para gadis, dia pun menjadi ketua tim basket dan vokalis band di sekolahnya, SMA Anak Berbakat. Begitu kagumnya pada Roy, setiap hari Keila selalu mengontrol keadaannya. 
Pagi hari sebelum bel masuk, Keila selalu membawa makanan untuk Roy yang telah dia siapkan dari rumahnya. Jika  Roy terlambat pulang karena sedang latihan basket ataupun band dengan teman-temannya, maka Keila akan setia menunggu, dan terlebih jika ada gadis-gadis yang menggoda Roy, dengan segera Keila akan mengusir dan memarahi gadis-gadis itu, semua dia lakukan sejak kelas VII SMP hingga kelas XI SMA sekarang. Sekalipun Roy tidak pernah mempedulikannya dan selalu memarahinya, Keila tidak pernah berhenti dan menyerah.
Suatu hari, Keila pergi menemui Roy di kelasnya XI IPA 6, rupanya saat itu Roy sedang asyik bermain gitar dan bernyanyi bersama teman-temannya.
“Roy, Aku mau ngasi bingkisan ini untukmu, tolong diterima!”. Ungkap Keila memohon.
Tanpa gairah dan dengan singkat Roy menjawab,
“Aku nggak butuh!”
“kenapa? Padahal Aku sudah susah payah membuatnya”. Tegas Roy meyakinkan.
“itu bukan urusanku!” jawab Roy kesal.
“please Roy! Terima! Kalaupun sekarang kamu nggak mau membuka bingkisan ini, kamu bisa menyimpannya. Lihatlah saat kamu ingin melihatnya nanti”. Ungkap Keila dengan penuh harapan.
Namun sayang, tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun, Roy mengambil bingkisan itu dan membuangnya di tong sampah.
“sekarang kamu puaskan? Cepat pergi!”
Atas sikap Roy tersebut, Keila merasa kecewa dan sedih. Dia menundukkan kepalanya sambil meneteskan air mata.
“kamu itu seharusnya sadar, Aku nggak pernah bisa tenang dan bahagia karena kehadiranmu! Kamu selalu menyusahkan hidupku!” tegas Roy dengan nada kesal.
Sementara itu, teman-teman yang menyaksikan keduanya tertawa melihat Keila yang dimarahi Roy. Seorang gadis berkata kepada Keila,
“eh cewek  kampung! Loe itu harusnya ngaca! Roy itu nggak pantas buat loe! Karena loe itu cewek bodoh yang norak, nggak selevel sama kita-kita!”
Seluruh anak-anak itupun menertawai Keila, sedangkan Roy tidak ingin membantunya sama sekali, dia justru memanggil teman sekelasnya, gadis cantik yang menjadi idola di sekolah mereka.
“Andin,,!
Gadis itupun menghampiri  Roy.
“ada apa Roy?”
“aku mau ngajak kamu dinner besok malam, bisakan?”
“dinner? Mmm.. sepertinya aku nggak bisa nolak ajakan kamu Roy!” jawab Andin.
“okey, besok malam ku jemput ya!”
“ya..! btw ada apa ini?” Tanya Andin.
“nggak ada apa-apa kok! Nggak penting diurusin. Kita ke kantin aja!”
“oh begitu! Baiklah.!”

Keduanya pun segera pergi meninggalkan Keila yang sedang menangis atas sikap Roy dan teman-temannya. Tiba-tiba saja seorang anak laki-laki datang mengakhiri suasana memilukan itu.
“apa kalian nggak ada kerjaan lain selain menertawakannya? Kalian itu telihat jauh lebih menyedihkan darinya”.
Keila pun kaget mendengar ungkapan itu, dia berusaha mengangkat kepalanya dan menghapus air matanya.
“A..A..Adit?!”
Dengan erat Adit pun menggenggam tangan Keila. Dia menegaskan pada anak-anak tersebut,
“tidak sepantasnya kalian menertawakan seorang gadis yang sedang terluka hatinya!”
Kemudian Adit segera mengajak Keila pergi meninggalkan teman-temannya itu. Lalu seorang anak laki-laki berkata,
“hebat juga loe Keila! Bisa mendapatkan laki-laki yang mejadi idola di sekolah ini. Baru saja loe ditolak Roy, eh malah mendapat pengganti yang nggak kalah populer, seorang ketua OSIS! Pake mantra apa loe Keila?”
Bukannya mendengarkan pernyataan Adit, ketua OSIS di sekolahnya, anak-anak tersebut justru semakin membangkang.
Sesampainya di taman, Adit berusaha menenangkan hati Keila.
“memang menyakitkan jika cinta dibalas dengan luka, tapi ku kagum denganmu. Sudah 4 tahun lebih berjuang demi cinta. Tidak semua orang sanggup melakukan itu, termasuk diriku.” Ungkap Adit.
“apa yang terjadi denganmu?” Tanya Keila.
Adit pun menatap wajah Keila dan menghapus air mata di pipinya, lalu dia berkata,
“dari semua gadis yang pernah ku lihat, Cuma kamu yang paling jelek di lihat saat menangis! Sudah jangan menangis lagi!”
“dasar payah! Biarin aku jelek! Yang penting ku tahu kamu yang sangat jelek! Hahahaha..” ungkap Keila dengan tawanya.
“gitu dong! Harus banyak senyum dan tertawa, karena itu ibadah”.
“iya pak ustad!” jawab Keila.
Saat Keila dan Adit sedang asyik di taman, ternyata Roy memperhatikan keduanya. Dengan wajah penuh ketakutan dan mata tanpa berkedip, Roy terus melihat Keila. Sementara itu, Andin yang sedari tadi mengajaknya berbicara, tidak dipedulikannya, hingga Andin pun kesal dan pergi meninggalkannya.
Ketika pulang sekolah, Keila pergi ke perpustakaan bersama Adit untuk mengerjakan tugas dari gurunya. Keduanya saling bertukar pikiran, betbagi cerita dan saling bercanda. Tanpa disadari Keila pun bisa melupakan kesedihannya.
“sekarang kamu bisa tertawa lagikan?” Tanya Adit.
“sepertinya begitu, tapi ku nggak tahu bagaimana dengan besok!” jawab Keila.
“tenang saja, aku akan selalu ada dan menjagamu saat kamu sedih ataupun bahagia!”  ungkap Adit.
Keila pun merasakan keseriusan Adit dari tatapannya.
“baguslah, berarti kamu bisa jadi bodyguardku! Hehehe.. ” tegas Keila iseng.
“hebat ya kamu! Dapat bodyguard ketua OSIS.” Balas Adit.
“hahahahaha…” Keila tertawa.
Setelah selesai mengerjakan tugas sekolah, Keila dan Adit pun segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Malam harinya, Keila memikirkan kejadian yang dialaminya hari itu. Dia merasakan sesuatu yang berbeda saat bersama Adit. Dia pun memikirkan pernyataan Roy untuknya, dia sadar dan merasa bersalah atas sikapnya yang selalu menyusahkan Roy selama ini. Akhirnya, Keila pun memutuskan menulis surat untuk Roy. Dia tahu jika dia mengungkapkan secara langsung dihadapan Roy, maka  kejadian memalukan yang baru saja dialaminnya itu akan terulang kembali. Sementara itu, dilain tempat, Roy seakan susah memejamkan kedua matanya, karena bayangan Keila dan Adit yang dilihatnya di taman membuatnya iri. Sepertinya Roy merasa cemburu.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Keila berangkat ke sekolah. Dia masuk ke kelas Roy untuk menyimpan surat itu. Saat Roy tiba di sekolah, dia pun segera masuk ke kelasnya. Hari itu merupakan hari pelaksanaan kegiatan pementasan berbagai karya seni dari siswa-siswi SMA Anak Berbakat. Rencananya Roy dan anggota bandnya akan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Mereka akan membawakan beberapa lagu. Saat Roy masuk ke kelasnya dan menyimpan tasnya di atas meja, dia melihat sepucuk surat, dia pun membuka dan membaca surat itu. Isinya:
“maaf jika selama ini Aku telah membuatmu marah, maaf juga jika Aku telah membuatmu membenci diriku. Aku sadar Aku telah menjadi benalu dalam hidupmu, Karena itu Aku putuskan untuk tidak lagi menjadi benalu itu. Aku akan pergi jauh dari hidupmu. Aku akan belajar untuk menghapus cinta tulusku untukmu meskipun sulit bagiku. Diri ini terlanjur mencintaimu, dan benar-benar cinta. Namun ku tahu itu hanya akan menyiksa hatiku dan juga hatimu. Semoga kau bisa menemukan cinta yang jauh lebih baik dari cintaku”
Keila

Membaca surat itu, Roy pun meneteskan air mata, hati kecilnya berbicara,”maafkan Aku telah menyia-nyiakan cintamu. Itu semua ku lakukan bukan karena ku tidak mencintaimu, namun karena Aku takut disuatu hari nanti kau akan menangis dan terluka saat diriku tidak lagi di sampingmu. Aku tidak memiliki waktu yang lama untuk selalu menemanimu. Maafkan Aku..”
Tidak lama kemudian acara pentas senipun dimulai. Banyak siswa-siswi yang menikmati acara tersebut. Saat diakhir acara, Adit tampil di atas panggung, bukan untuk mempersembahkan karya seninya, tapi untuk mengungkapkan rahasia hatinya.
“hari ini ku memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku dihadapan teman dan guru sekalian. Aku tidak berharap agar dia membalas perasaanku ini, tapi aku hanya ingin dia tahu perasaanku padanya. Sejak SMP aku memendam rasa ini. Aku tidak bisa membaranikan diri untuk berbicara dengannya karena dia terlanjur mencintai orang lain. Tapi tidak untuk hari ini. Aku mencintaimu….. Keila, mungkin cintaku tak sebesar cintamu untuk Roy, tapi cintaku ini tulus dan hanya berharap kebahagiaanmu saja.”
Mendengar pernyataan Adit, Keila pun kaget. Dia merasa bingung harus berbuat apa. Lalu Adit menghampirinya, sebait lagu dinyanyikan Adit untuk Keila.
“Takkan pernah ada yang lain di sisi, segenap jiwa hanya untukmu.
Takkan mungkin ada yang lain di sisi, ku ingin kau di sini
Tepiskan sepiku bersamamu, hingga akhir waktu”
Keila semakin kebingungan, dia melihat keadaan sekelilingnya dan ternyata Roy tepat berada jauh dihadapannya, dia terus melihat Keila. Lalu Keila pun menjelaskan,
“Jujur Aku tidak tahu harus menjawab apa! Tapi Aku sampaikan terimakasih atas kebaikanmu selama ini. Karena Kamu Aku bisa tertawa dan karena dirimu Aku sanggup berbuat. Saat Kau disampingku Aku merasa tenang dan bahagia. Aku berharap Kau akan selalu disampingku. Jika waktu mengizinkan, tidak menutup kemungkinan kita bisa menjalin ikatan yang lebih serius lagi, tapi yang jelas saat ini Aku hanya ingin kita bersahabat.!”
            Mendengar ungkapan Keila, terlihat sinar kebahagiaan terpancar di wajah Adit. Sementara itu Roy tidak ingin terjebak dalam  suasana itu, dia pun segera naik di atas panggung sambil membawa gitarnya.
“lagu ini ku persembahkan untukmu, Keila! (Roy menyanyikan lagu dari Rossa, “Aku bukan Untukmu”
Setelah bernyanyi Roy segera menghampiri Keila, digenggamnya tangan Keila dengan penuh harapan, lalu dia berkata,
“semoga Kau tidak mendengar suara tangis hatiku ini. Maafkan Aku karena telah menyakitimu! Aku berharap setelah ini tidak akan ada lagi air mata yang membasahi pipimu! Semoga Kau bahagia dengannya!”
Setelah itu Roy pun meghampiri Adit, dia berpesan,
“sekarang Kau yang bertugas mengawal hatinya, jaga cintanya baik-baik! Aku tidak akan mendapatkan cintanya lagi, karena itu telah menjadi milikmu!”

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar