Cerpenku
Sejak
SMP hingga SMA Keila mengagumi Roy, teman sebayanya. Memang pantas Roy
dikagumi, selain memiliki wajah tampan yang memikat hati para gadis, dia pun
menjadi ketua tim basket dan vokalis band di sekolahnya, SMA Anak Berbakat. Begitu
kagumnya pada Roy, setiap hari Keila selalu mengontrol keadaannya.
Pagi hari
sebelum bel masuk, Keila selalu membawa makanan untuk Roy yang telah dia
siapkan dari rumahnya. Jika Roy
terlambat pulang karena sedang latihan basket ataupun band dengan teman-temannya,
maka Keila akan setia menunggu, dan terlebih jika ada gadis-gadis yang menggoda
Roy, dengan segera Keila akan mengusir dan memarahi gadis-gadis itu, semua dia
lakukan sejak kelas VII SMP hingga kelas XI SMA sekarang. Sekalipun Roy tidak
pernah mempedulikannya dan selalu memarahinya, Keila tidak pernah berhenti dan
menyerah.
Suatu
hari, Keila pergi menemui Roy di kelasnya XI IPA 6, rupanya saat itu Roy sedang
asyik bermain gitar dan bernyanyi bersama teman-temannya.
“Roy, Aku mau ngasi
bingkisan ini untukmu, tolong diterima!”. Ungkap Keila memohon.
Tanpa
gairah dan dengan singkat Roy menjawab,
“Aku nggak butuh!”
“kenapa? Padahal Aku
sudah susah payah membuatnya”. Tegas Roy meyakinkan.
“itu bukan urusanku!”
jawab Roy kesal.
“please Roy! Terima!
Kalaupun sekarang kamu nggak mau membuka bingkisan ini, kamu bisa menyimpannya.
Lihatlah saat kamu ingin melihatnya nanti”. Ungkap Keila dengan penuh harapan.
Namun
sayang, tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun, Roy mengambil bingkisan itu
dan membuangnya di tong sampah.
“sekarang kamu puaskan?
Cepat pergi!”
Atas
sikap Roy tersebut, Keila merasa kecewa dan sedih. Dia menundukkan kepalanya
sambil meneteskan air mata.
“kamu itu seharusnya
sadar, Aku nggak pernah bisa tenang dan bahagia karena kehadiranmu! Kamu selalu
menyusahkan hidupku!” tegas Roy dengan nada kesal.
Sementara
itu, teman-teman yang menyaksikan keduanya tertawa melihat Keila yang dimarahi
Roy. Seorang gadis berkata kepada Keila,
“eh cewek kampung! Loe itu harusnya ngaca! Roy itu nggak
pantas buat loe! Karena loe itu cewek bodoh yang norak, nggak selevel sama
kita-kita!”
Seluruh
anak-anak itupun menertawai Keila, sedangkan Roy tidak ingin membantunya sama
sekali, dia justru memanggil teman sekelasnya, gadis cantik yang menjadi idola
di sekolah mereka.
“Andin,,!
Gadis
itupun menghampiri Roy.
“ada apa Roy?”
“aku mau ngajak kamu
dinner besok malam, bisakan?”
“dinner? Mmm..
sepertinya aku nggak bisa nolak ajakan kamu Roy!” jawab Andin.
“okey, besok malam ku
jemput ya!”
“ya..! btw ada apa
ini?” Tanya Andin.
“nggak ada apa-apa kok!
Nggak penting diurusin. Kita ke kantin aja!”
“oh begitu! Baiklah.!”
Keduanya
pun segera pergi meninggalkan Keila yang sedang menangis atas sikap Roy dan
teman-temannya. Tiba-tiba saja seorang anak laki-laki datang mengakhiri suasana
memilukan itu.
“apa kalian nggak ada
kerjaan lain selain menertawakannya? Kalian itu telihat jauh lebih menyedihkan
darinya”.
Keila
pun kaget mendengar ungkapan itu, dia berusaha mengangkat kepalanya dan
menghapus air matanya.
“A..A..Adit?!”
Dengan
erat Adit pun menggenggam tangan Keila. Dia menegaskan pada anak-anak tersebut,
“tidak sepantasnya
kalian menertawakan seorang gadis yang sedang terluka hatinya!”
Kemudian
Adit segera mengajak Keila pergi meninggalkan teman-temannya itu. Lalu seorang
anak laki-laki berkata,
“hebat juga loe Keila!
Bisa mendapatkan laki-laki yang mejadi idola di sekolah ini. Baru saja loe
ditolak Roy, eh malah mendapat pengganti yang nggak kalah populer, seorang
ketua OSIS! Pake mantra apa loe Keila?”
Bukannya
mendengarkan pernyataan Adit, ketua OSIS di sekolahnya, anak-anak tersebut
justru semakin membangkang.
Sesampainya
di taman, Adit berusaha menenangkan hati Keila.
“memang menyakitkan
jika cinta dibalas dengan luka, tapi ku kagum denganmu. Sudah 4 tahun lebih
berjuang demi cinta. Tidak semua orang sanggup melakukan itu, termasuk diriku.”
Ungkap Adit.
“apa yang terjadi
denganmu?” Tanya Keila.
Adit
pun menatap wajah Keila dan menghapus air mata di pipinya, lalu dia berkata,
“dari semua gadis yang
pernah ku lihat, Cuma kamu yang paling jelek di lihat saat menangis! Sudah
jangan menangis lagi!”
“dasar payah! Biarin
aku jelek! Yang penting ku tahu kamu yang sangat jelek! Hahahaha..” ungkap
Keila dengan tawanya.
“gitu dong! Harus
banyak senyum dan tertawa, karena itu ibadah”.
“iya pak ustad!” jawab
Keila.
Saat
Keila dan Adit sedang asyik di taman, ternyata Roy memperhatikan keduanya.
Dengan wajah penuh ketakutan dan mata tanpa berkedip, Roy terus melihat Keila.
Sementara itu, Andin yang sedari tadi mengajaknya berbicara, tidak
dipedulikannya, hingga Andin pun kesal dan pergi meninggalkannya.
Ketika
pulang sekolah, Keila pergi ke perpustakaan bersama Adit untuk mengerjakan
tugas dari gurunya. Keduanya saling bertukar pikiran, betbagi cerita dan saling
bercanda. Tanpa disadari Keila pun bisa melupakan kesedihannya.
“sekarang kamu bisa
tertawa lagikan?” Tanya Adit.
“sepertinya begitu,
tapi ku nggak tahu bagaimana dengan besok!” jawab Keila.
“tenang saja, aku akan
selalu ada dan menjagamu saat kamu sedih ataupun bahagia!” ungkap Adit.
Keila
pun merasakan keseriusan Adit dari tatapannya.
“baguslah, berarti kamu
bisa jadi bodyguardku! Hehehe.. ” tegas Keila iseng.
“hebat ya kamu! Dapat
bodyguard ketua OSIS.” Balas Adit.
“hahahahaha…” Keila
tertawa.
Setelah
selesai mengerjakan tugas sekolah, Keila dan Adit pun segera pulang ke rumah
mereka masing-masing. Malam harinya, Keila memikirkan kejadian yang dialaminya
hari itu. Dia merasakan sesuatu yang berbeda saat bersama Adit. Dia pun memikirkan
pernyataan Roy untuknya, dia sadar dan merasa bersalah atas sikapnya yang
selalu menyusahkan Roy selama ini. Akhirnya, Keila pun memutuskan menulis surat
untuk Roy. Dia tahu jika dia mengungkapkan secara langsung dihadapan Roy,
maka kejadian memalukan yang baru saja
dialaminnya itu akan terulang kembali. Sementara itu, dilain tempat, Roy seakan
susah memejamkan kedua matanya, karena bayangan Keila dan Adit yang dilihatnya
di taman membuatnya iri. Sepertinya Roy merasa cemburu.
Keesokan
harinya, pagi-pagi sekali Keila berangkat ke sekolah. Dia masuk ke kelas Roy
untuk menyimpan surat itu. Saat Roy tiba di sekolah, dia pun segera masuk ke
kelasnya. Hari itu merupakan hari pelaksanaan kegiatan pementasan berbagai
karya seni dari siswa-siswi SMA Anak Berbakat. Rencananya Roy dan anggota
bandnya akan ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Mereka akan membawakan
beberapa lagu. Saat Roy masuk ke kelasnya dan menyimpan tasnya di atas meja,
dia melihat sepucuk surat, dia pun membuka dan membaca surat itu. Isinya:
“maaf
jika selama ini Aku telah membuatmu marah, maaf juga jika Aku telah membuatmu
membenci diriku. Aku sadar Aku telah menjadi benalu dalam hidupmu, Karena itu Aku
putuskan untuk tidak lagi menjadi benalu itu. Aku akan pergi jauh dari hidupmu.
Aku akan belajar untuk menghapus cinta tulusku untukmu meskipun sulit bagiku.
Diri ini terlanjur mencintaimu, dan benar-benar cinta. Namun ku tahu itu hanya
akan menyiksa hatiku dan juga hatimu. Semoga kau bisa menemukan cinta yang jauh
lebih baik dari cintaku”
Keila
Membaca
surat itu, Roy pun meneteskan air mata, hati kecilnya berbicara,”maafkan
Aku telah menyia-nyiakan cintamu. Itu semua ku lakukan bukan karena ku tidak
mencintaimu, namun karena Aku takut disuatu hari nanti kau akan menangis dan
terluka saat diriku tidak lagi di sampingmu. Aku tidak memiliki waktu yang lama
untuk selalu menemanimu. Maafkan Aku..”
Tidak
lama kemudian acara pentas senipun dimulai. Banyak siswa-siswi yang menikmati
acara tersebut. Saat diakhir acara, Adit tampil di atas panggung, bukan untuk
mempersembahkan karya seninya, tapi untuk mengungkapkan rahasia hatinya.
“hari ini ku
memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatiku dihadapan teman dan guru
sekalian. Aku tidak berharap agar dia membalas perasaanku ini, tapi aku hanya
ingin dia tahu perasaanku padanya. Sejak SMP aku memendam rasa ini. Aku tidak
bisa membaranikan diri untuk berbicara dengannya karena dia terlanjur mencintai
orang lain. Tapi tidak untuk hari ini. Aku mencintaimu….. Keila, mungkin cintaku
tak sebesar cintamu untuk Roy, tapi cintaku ini tulus dan hanya berharap
kebahagiaanmu saja.”
Mendengar
pernyataan Adit, Keila pun kaget. Dia merasa bingung harus berbuat apa. Lalu Adit
menghampirinya, sebait lagu dinyanyikan Adit untuk Keila.
“Takkan pernah ada yang
lain di sisi, segenap jiwa hanya untukmu.
Takkan mungkin ada yang
lain di sisi, ku ingin kau di sini
Tepiskan sepiku
bersamamu, hingga akhir waktu”
Keila
semakin kebingungan, dia melihat keadaan sekelilingnya dan ternyata Roy tepat
berada jauh dihadapannya, dia terus melihat Keila. Lalu Keila pun menjelaskan,
“Jujur Aku tidak tahu
harus menjawab apa! Tapi Aku sampaikan terimakasih atas kebaikanmu selama ini.
Karena Kamu Aku bisa tertawa dan karena dirimu Aku sanggup berbuat. Saat Kau disampingku
Aku merasa tenang dan bahagia. Aku berharap Kau akan selalu disampingku. Jika
waktu mengizinkan, tidak menutup kemungkinan kita bisa menjalin ikatan yang
lebih serius lagi, tapi yang jelas saat ini Aku hanya ingin kita bersahabat.!”
Mendengar ungkapan Keila, terlihat sinar kebahagiaan
terpancar di wajah Adit. Sementara itu Roy tidak ingin terjebak dalam suasana itu, dia pun segera naik di atas
panggung sambil membawa gitarnya.
“lagu ini ku
persembahkan untukmu, Keila! (Roy menyanyikan lagu dari Rossa, “Aku
bukan Untukmu”
Setelah
bernyanyi Roy segera menghampiri Keila, digenggamnya tangan Keila dengan penuh
harapan, lalu dia berkata,
“semoga Kau tidak
mendengar suara tangis hatiku ini. Maafkan Aku karena telah menyakitimu! Aku
berharap setelah ini tidak akan ada lagi air mata yang membasahi pipimu! Semoga
Kau bahagia dengannya!”
Setelah
itu Roy pun meghampiri Adit, dia berpesan,
“sekarang Kau yang
bertugas mengawal hatinya, jaga cintanya baik-baik! Aku tidak akan mendapatkan
cintanya lagi, karena itu telah menjadi milikmu!”
TAMAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar