Free Tail- Heart 1 Precision Select Cursors at www.totallyfreecursors.com
Welcome To My DREAMLAND: Juli 2012

Rabu, 25 Juli 2012

Fakta Dunia Balapan F1




Pernahkah Anda nonton balapan F1? Pasti semua tahu, balapan yang sangat popular ini telah di kenal oleh seluruh manusia di Dunia, tetapi jarang sekali fakta yang mereka ketahui tentang balapan F1 ini? Berikut ini adalah fakta tentang mesin F1 yang jarang Kita ketahui :

  • Mobil F1 dapat melaju dari 0 hingga 160 km/jam dan kembali lagi ke 0 hanya dalam waktu 4 detikMesin F1 hanya bertahan untuk balapan selama 2 jam sebelum mesin tersebut meledak, untuk mobil pasaran biasanya dapat bertahan hingga 20 tahun
  • Mesin F1 umumnya berputar hingga 18000rpm yang artinya piston bergerak naik turun 300 kali sedetik
  • Mobil F1 terdiri dari 80.000 komponen, bila mobil tersebut dirakit dengan akurasi hanya 99,9% mobil masih dapat berjalan tetapi dengan 80 kesalahan perakitan
  • Desain aerodinamika dan downforce (gaya tekan ke bawah) mobil F1 sangat penting, bahkan pesawat kecil dapat terbang dengan kecepatan lebih rendah daripada mobil F1
  • Tanpa sistem aerodinamika dan downforce yang baik, mobil F1 dapat kehilangan kontrol dan terjadi wheel spin (roda berputar tetapi mobil tetap di tempat) pada kecepatan hanya 160 km/jam padahal umumnya mobil F1 memiliki kecepatan lebih dari 300 km/jam
  • Gaya downforce yang dihasilkan sayap depan dan belakang mobil F1 sangat hebat. Saat melaju lebih dari 160 km/jam, mobil F1 dapat menghasilkan gaya tekan ke bawah sama dengan berat mobil tersebut
  • Pada balapan jalan raya seperti GP Monaco, downforce mobil F1 memiliki kemampuan untuk mengangkat penutup lubang got. Makanya, penutup lubang got harus dilas terlebih dahulu sebelum pertandingan
  • Ban mobil normal dapat bertahan 60.000 - 10.000 km, sedangkan ban balap F1 didesain hanya bertahan untuk 90 - 120 km saja
  • Selama balapan, ban balap kehilangan beratnya sekitar 0.5 kg karena aus
  • Ban F1 untuk kondisi sirkuit kering mencapai puncak performanya (grip terbaiknya) ketika temperaturnya mencapai 900 - 1200 derajat Celcius. Pada kecepatan maksimalnya, ban F1 berputar 50 kali sedetik
  • Udara yang digunakan untuk kebanyakan ban balap adalah Nitrogen karena memiliki tekanan yang lebih konstan dibanding udara biasa. Udara biasa umumnya memiliki uap air yang dapat mengakibatkan tekanan tidak stabil saat temperatur meningkat
  •  Cakram rem F1 memiliki temperatur operasi sekitar 1000 derajat Celsius sampai mobil sebelum berbelok, cakram tersebut terbuat dari serat karbon yang bersifat lebih keras dan lebih tahan aus dari pada cakram besi baja
  • Saat mengerem, perlambatan yang dialami oleh pembalap F1 sama seperti mobil umum mengalami tabrakan dengan tembok pada kecepatan 300 km/jam
  •  Jika selang air sistem pendingin tiba-tiba meledak, seluruh air sistem pendingin akan habis hanya dalam jangka waktu satu detik
  • Mobil F1 memiliki sistem kabel sepanjang satu kilometer, menghubungkan sekitar 100 sensor dan aktuator yang memantau dan mengontrol bagian-bagian mobil
  • Sistem pengisian bahan bakar F1 dapat menyuplai 12 liter bahan bakar sedetik, artinya Anda hanya butuh waktu 4 detik untuk mengisi tangki mobil umum dengan kapasitas 50 liter. Sistemnya sama dengan alat yang digunakan oleh pengisian bahan bakar helikopter milter Amerika Serikat
  • Kru F1 terlatih dapat mengisi bahan bakar dan mengganti ban hanya dalam waktu 5 detik
  • Gearbox mesin F1 hanya digunakan sekali untuk balapan dan diganti secara periodik untuk menghindari kegagalan
  • Rata-rata pembalap F1 kehilangan berat badan hingga 4 kg setelah sekali balapan
 Sumber :
http://awingsblog.blogspot.com

Rio Haryanto - Menuju yang terbaik "Go my idol"




Sampai kini belum ada satu pun pembalap Indonesia yang turun pada kasta tertinggi lomba balap mobil dunia atau Formula One (F1). Tetapi, semuanya serba mungkin dan tentunya pembalap nasional asal Solo, Jawa Tengah, Rio Haryanto mencoba mengarah ke sana, apalagi sekarang yang bersangkutan sudah menekuni dunia balap GP2 Series yang merupakan satu tingkat di bawah F1. Modal ke arah sana memang sudah dimiliki pembalap muda yang kini berusia 19 tahun tersebut, seperti melakukan tes uji coba mobil F1 di Abu Dhabi pada 2010.
Sekarang, Rio juga kembali menjalani uji coba dengan mobil bersama salah satu tim peserta Marussia F1 selama dua hari (12-13 Juli 2012) di Sirkuit Silverstone Inggris bertajuk "Young Driver Test". Pada uji coba selama dua hari ini, Rio Haryanto tidak sendirian, tetapi bersama dengan rekan satu timnya di Marussia, Carlin Max Chilton, asal Inggris. Mereka masing-masing akan memperoleh sesi testing satu hari penuh menggunakan mobil 2012MR01 yang dibagi dalam jadwal dua hari.
Pada hari pertama, di Sirkuit Grand Prix, Max dijadwalkan akan melakukan testing sesi pagi hari, sedangkan Rio siang harinya, kemudian pada hari kedua yang dilangsungkan di sirkuit internasional, Rio melakukan testing pagi hari, sedangkan Max Chilton siang harinya. Pada tes hari pertama, Rio Haryanto, hanya menempuh 19 putaran pada uji coba mobil F1 akibat kebocoran cairan dan cuaca yang memburuk mengharuskan Rio kembali masuk pit dan menyudahi tes pertama ini. Rio yang mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) menjalankan sesi testing pada siang hari setelah timnya sempat tertunda akibat prosedur pengukuran aerodynamic mobil yang harus dilakukan oleh tim. Catatan waktu terbaik pembalap berusia 19 tahun yang mengendarai mobil MR-01 tersebut adalah satu menit 37,404 detik dari 19 putaran yang ditempuh Rio Haryanto. Dengan hasil ini, Rio bersama rekan satu timnya Max Chilton di Marussia Carlin sukses menjalani tes mobil F1 milik tim Marussia F1 dalam program "Young Driver Test" yang diselenggarakan Marussia F1.
Setelah mendapat kesempatan untuk pertama kali uji coba mobil F1 dengan tim Marussia F1 2010 yang memberikan pengalaman yang luar biasa, kali ini untuk kedua kalinya menjalankan mobil F1 merupakan pengalaman yang sangat spesial bagi Rio Haryanto.
"Saya merasa telah berkembang pesat sebagai seorang pembalap dan kali ini lebih siap menghadapi berbagai hal," katanya.
Namun, katanya sangat disayangkan dirinya hanya bisa menjalankan 19 putaran karena kebocoran dan faktor cuaca yang semakin buruk.
"Bagaimanapun ini telah memberikan pengalaman luar biasa bagi saya, dan saya sangat menikmati bekerja sama dengan tim," katanya.
Pada tes hari kedua, Rio sukses menebus kerugian pada sesi pertama dengan menempuh 79 putaran. Rio Haryanto juga telah menggunakan sesi tersebut untuk membantu tim melakukan penyetelan mobil dalam rangka pengecekan kelayakan paket "upgrade" dengan komponen-komponen baru dalam mobil MR-01. Rio Haryanto mengatakan, sesi kedua ini telah memberikan pengalaman positif baginya tentang Marussia F1, setelah pada sesi pertama dia hanya berkesempatan memperoleh 19 putaran. "Ini jumlah yang fantastis dan memberikan pengalaman bagi saya," katanya. Ia mengakui, program ini cukup sulit karena banyak hal baru dan sangat berbeda bagi dirinya. "Tim telah membuat saya bekerja keras, tetapi hal itulah yang saya perlukan untuk menunjukkan potensi saya yang sebenarnya," katanya.
John Booth, Team Pricipal dari Marussia F1 mengatakan, dirinya sangat menikmati dua sesi uji coba di Silverstone dengan mengamati secara detail terhadap Rio Haryanto dan rekan setimnya di Marussia Carlin Max Chilton. Menurut dia, kedua pembalap tersebut telah menempuh 350 kilometer dalam dua sesi uji coba ini, yang sebagian besar dijalankan dalam kondisi sirkuit yang kering, dan mereka telah menjalankannya dengan baik mengingat pengalaman keduanya masih sangat minim.
Mereka, kata dia, telah membantu tim untuk mendapatkan solusi-solusi dari sejumlah settingan mobil yang dihadapi di seri Grand Prix yang lalu, sehingga telah memberikan pengalaman bagi kedua belah pihak.


Super Licence
Menurut juru bicara Rio Haryanto, Andy Mailangkay, Rio Haryanto dinilai layak mengajukan "Super Licence" kepada "Federation International de I`Autombile" (FIA) untuk terjun pada Formula 1 (F1). Menurut dia, apabila Rio Haryanto sudah memiliki `Super Licence` tersebut maka yang bersangkutan sudah layak untuk mengikuti lomba balap mobil F1 pada saat diperlukan oleh tim yang berpartisipasi pada lomba balap mobil level tertinggi dunia itu. Ia mengatakan bahwa tim Marussia F1 adalah tim yang memiliki hubungan dengan Rio karena saat ini pembalap ini bernaung di bawah tim Marussia Carlin GP2 dan dari namanya sudah mengindikasikan adanya kerja sama antara Carlin dengan Marussia. Ia mencontohkan, seandainya salah satu pembalap pada sisa akhir musim di Marussia F1 (Timo Glock atau Charles Pic) berhalangan mengikuti salah satu seri karena satu atau lain penyebab, maka Rio bisa masuk untuk mengisi kekosongan pembalap.
Ketika ditanya apakah tahun depan, Rio bisa membalap di F1, Andy Mailangkay mengatakan, hal ini tergantung pada kebutuhan akan pembalap muda pada kompetisi tahun depan, kemudian juga diperlukan konsistensi Rio Haryanto yang tentunya ini tidak kalah penting. Kemudian yang ketiga adalah faktor ketersediaan dana dari manajemen Rio untuk membiayai keikutsertaannya di tim yang membutuhkannya karena mereka juga meminta Rio bergabung membawa dana.
PT Pertamina (Persero) yang menjadi pendukung utama Rio Haryanto mengirimkan perwakilannya ke Jerman, menyaksikan langsung lomba balap mobil GP2 Series putaran ke delapan tersebut. Brand Management Manager, Agus Mashud S Asegaf mengatakan, Pertamina sangat yakin atas performa Rio di kejuaraan GP2. Pertamina, kata dia, siap mendukung Rio berprestasi sampai pada jenjang balap mobil formula tertinggi, setelah Rio sukses menjalani sesi testing mobil F1 beberapa waktu lalu, dan telah layak mengajukan "super licence" yaitu surat izin untuk dapat membalap di F1.
"Kami, Pertamina sebagai sponsor utama Rio terus mengamati perkembangan Rio sejauh ini sampai menjelang seri ke delapan di Jerman ini. Kami berharap Rio bisa berkembang dan meningkatkan prestasi di GP2," katanya.
Menurut dia, setelah sukses menyelesaikan testing mobil F1 bersama tim Marussia F1, tentunya memberikan dampak meningkatnya kepercayaan dirinya padanya dan meningkatkan motivasi Rio untuk tampil lebih baik di seri-seri terakhir musim balap tahun ini.
"Pertamina terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mewujudkan lahirnya pebalap pertama Indonesia yang tampil di F1 dan kami berharap Rio dapat menjadi pebalap tersebut," katanya melalui email yang diterima ANTARA dari juru bicara Rio Haryanto, Andy Mailangkay.  (H015/KWR)

 Sumber:
 www.antaranews.com