Sampai kini belum ada satu pun pembalap
Indonesia yang turun pada kasta tertinggi lomba balap mobil dunia atau Formula
One (F1). Tetapi, semuanya serba mungkin dan tentunya pembalap nasional asal Solo,
Jawa Tengah, Rio Haryanto mencoba mengarah ke sana, apalagi sekarang yang
bersangkutan sudah menekuni dunia balap GP2 Series yang merupakan satu tingkat
di bawah F1. Modal ke arah sana memang sudah dimiliki pembalap muda yang kini berusia
19 tahun tersebut, seperti melakukan tes uji coba mobil F1 di Abu Dhabi pada
2010.
Sekarang, Rio juga kembali menjalani uji coba
dengan mobil bersama salah satu tim peserta Marussia F1 selama dua hari (12-13
Juli 2012) di Sirkuit Silverstone Inggris bertajuk "Young
Driver Test". Pada uji coba selama dua hari ini, Rio
Haryanto tidak sendirian, tetapi bersama dengan rekan satu timnya di Marussia,
Carlin Max Chilton, asal Inggris. Mereka masing-masing akan memperoleh sesi
testing satu hari penuh menggunakan mobil 2012MR01 yang dibagi dalam jadwal dua
hari.
Pada hari pertama, di Sirkuit Grand Prix, Max
dijadwalkan akan melakukan testing sesi pagi hari, sedangkan Rio siang harinya,
kemudian pada hari kedua yang dilangsungkan di sirkuit internasional, Rio
melakukan testing pagi hari, sedangkan Max Chilton siang harinya. Pada tes hari
pertama, Rio Haryanto, hanya menempuh 19 putaran pada uji coba mobil F1 akibat
kebocoran cairan dan cuaca yang memburuk mengharuskan Rio kembali masuk pit dan
menyudahi tes pertama ini. Rio yang mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina
(Persero) menjalankan sesi testing pada siang hari setelah timnya sempat
tertunda akibat prosedur pengukuran aerodynamic mobil yang harus dilakukan oleh
tim. Catatan waktu terbaik pembalap berusia 19 tahun yang mengendarai mobil
MR-01 tersebut adalah satu menit 37,404 detik dari 19 putaran yang ditempuh Rio
Haryanto. Dengan hasil ini, Rio bersama rekan satu timnya Max Chilton di
Marussia Carlin sukses menjalani tes mobil F1 milik tim Marussia F1 dalam
program "Young
Driver Test"
yang diselenggarakan Marussia
F1.
Setelah mendapat kesempatan untuk pertama
kali uji coba mobil F1 dengan tim Marussia F1 2010 yang memberikan pengalaman
yang luar biasa, kali ini untuk kedua kalinya menjalankan mobil F1 merupakan
pengalaman yang sangat spesial bagi Rio Haryanto.
"Saya
merasa telah berkembang pesat sebagai seorang pembalap dan kali ini lebih siap
menghadapi berbagai hal," katanya.
Namun,
katanya sangat disayangkan dirinya hanya bisa menjalankan 19 putaran karena
kebocoran dan faktor cuaca yang semakin buruk.
"Bagaimanapun
ini telah memberikan pengalaman luar biasa bagi saya, dan saya sangat menikmati
bekerja sama dengan tim," katanya.
Pada tes hari kedua, Rio sukses menebus
kerugian pada sesi pertama dengan menempuh 79 putaran. Rio Haryanto juga telah
menggunakan sesi tersebut untuk membantu tim melakukan penyetelan mobil dalam
rangka pengecekan kelayakan paket "upgrade" dengan komponen-komponen
baru dalam mobil MR-01. Rio Haryanto mengatakan, sesi kedua ini telah
memberikan pengalaman positif baginya tentang Marussia F1, setelah pada sesi
pertama dia hanya berkesempatan memperoleh 19 putaran. "Ini jumlah yang
fantastis dan memberikan pengalaman bagi saya," katanya. Ia mengakui,
program ini cukup sulit karena banyak hal baru dan sangat berbeda bagi dirinya.
"Tim telah membuat saya bekerja keras, tetapi hal itulah yang saya
perlukan untuk menunjukkan potensi saya yang sebenarnya," katanya.
John Booth, Team Pricipal dari Marussia F1
mengatakan, dirinya sangat menikmati dua sesi uji coba di Silverstone dengan mengamati
secara detail terhadap Rio Haryanto dan rekan setimnya di Marussia Carlin Max
Chilton. Menurut dia, kedua pembalap tersebut telah menempuh 350 kilometer
dalam dua sesi uji coba ini, yang sebagian besar dijalankan dalam kondisi
sirkuit yang kering, dan mereka telah menjalankannya dengan baik mengingat
pengalaman keduanya masih sangat minim.
Mereka,
kata dia, telah membantu tim untuk mendapatkan solusi-solusi dari sejumlah
settingan mobil yang dihadapi di seri Grand Prix yang lalu, sehingga telah memberikan
pengalaman bagi kedua belah pihak.
Super Licence
Menurut juru bicara Rio Haryanto, Andy
Mailangkay, Rio Haryanto dinilai layak mengajukan "Super Licence"
kepada "Federation International de I`Autombile" (FIA) untuk terjun
pada Formula 1 (F1). Menurut dia, apabila Rio Haryanto sudah memiliki `Super
Licence` tersebut maka yang bersangkutan sudah layak untuk mengikuti lomba
balap mobil F1 pada saat diperlukan oleh tim yang berpartisipasi pada lomba
balap mobil level tertinggi dunia itu. Ia mengatakan bahwa tim Marussia F1
adalah tim yang memiliki hubungan dengan Rio karena saat ini pembalap ini
bernaung di bawah tim Marussia Carlin GP2 dan dari namanya sudah
mengindikasikan adanya kerja sama antara Carlin dengan Marussia. Ia
mencontohkan, seandainya salah satu pembalap pada sisa akhir musim di Marussia
F1 (Timo Glock atau Charles Pic) berhalangan mengikuti salah satu seri karena
satu atau lain penyebab, maka Rio bisa masuk untuk mengisi kekosongan pembalap.
Ketika ditanya apakah tahun depan, Rio bisa
membalap di F1, Andy Mailangkay mengatakan, hal ini tergantung pada kebutuhan
akan pembalap muda pada kompetisi tahun depan, kemudian juga diperlukan
konsistensi Rio Haryanto yang tentunya ini tidak kalah penting. Kemudian yang
ketiga adalah faktor ketersediaan dana dari manajemen Rio untuk membiayai
keikutsertaannya di tim yang membutuhkannya karena mereka juga meminta Rio
bergabung membawa dana.
PT Pertamina (Persero) yang menjadi pendukung
utama Rio Haryanto mengirimkan perwakilannya ke Jerman, menyaksikan langsung
lomba balap mobil GP2 Series putaran ke delapan tersebut. Brand Management
Manager, Agus Mashud S Asegaf mengatakan, Pertamina sangat yakin atas performa
Rio di kejuaraan GP2. Pertamina, kata dia, siap mendukung Rio berprestasi
sampai pada jenjang balap mobil formula tertinggi, setelah Rio sukses menjalani
sesi testing mobil F1 beberapa waktu lalu, dan telah layak mengajukan
"super licence" yaitu surat izin untuk dapat membalap di F1.
"Kami,
Pertamina sebagai sponsor utama Rio terus mengamati perkembangan Rio sejauh ini
sampai menjelang seri ke delapan di Jerman ini. Kami berharap Rio bisa
berkembang dan meningkatkan prestasi di GP2," katanya.
Menurut dia, setelah sukses menyelesaikan
testing mobil F1 bersama tim Marussia F1, tentunya memberikan dampak
meningkatnya kepercayaan dirinya padanya dan meningkatkan motivasi Rio untuk
tampil lebih baik di seri-seri terakhir musim balap tahun ini.
"Pertamina
terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mewujudkan lahirnya pebalap pertama
Indonesia yang tampil di F1 dan kami berharap Rio dapat menjadi pebalap
tersebut," katanya melalui email yang diterima ANTARA dari juru bicara Rio
Haryanto, Andy Mailangkay. (H015/KWR)
Sumber:
www.antaranews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar